Resume Belajar Menulis 23 April 2020_Teknik Memasarkan Buku


Teknik Memasarkan Buku

Hari/Tanggal   : Kamis, 23 April 2020
Narasumber     : Agus Subardana, S.E., M.M.
Tema               : Teknik Memasarkan Buku

Pada sesi belajar menulis online hari Kamis, 23 April 2020, kami berkesempatan untuk menimba ilmu tentang pemasaran buku bersama Bapak Agus Subardana. Pada awal pembelajaran kami diminta untuk membaca rangkuman singkat dari beliau tentang strategi memasarkan buku. 

Berikut ini beberapa informasi penting dari materi yang diberikan diawal:
Buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana  penyampaian informasi. Sejak usia dini, anak  anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku. 

Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku. Perkembangan industri penerbitan buku juga dipicu oleh alasan keuntungan (profit margin) yang relatif besar dibandingkan industri lainnya khususnya barang konsumsi.
Dalam rangka untuk mempertahankan Industri Penerbitan Buku  maka diperlukan strategi pemasaran yang tepat. Strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi:
     - Faktor Mikro , yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat

  - Faktor Makro yaitu demografi-ekonimi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.

Beliau juga memaparkan bahwa strategi pemasaran buku dipetakan menjadi dua strategi pemasaran yaitu Strategi Pemasaran Buku serangan Udara dan strategi pemasaran buku serangan Darat, dengan berlandaskan pada faktor mikro dan faktor makro tersebut di atas. Dua strategi tersebut dapat kita jelaskan secara singkat sebagai berikut :
1.       Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara
a.       Pemasaran buku lewat online
 Saat ini banyank strategi pemasaran melalui dunia maya, naik melalui web maupun media sosial. Untuk penjualan buku lewat online ini kita harus terus proaktive untuk terus promosi. 
b.   Pemasaran Buku Lewat Komunitas
      Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilannya     
      lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Namun, kita harus proaktif dalam berkomunikasi 
      dan berinteraksi.

2.    Strategi pemasaran buku serangan Darat
Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Kami Penerbit Andi telah mempunya 43 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.
Strategi pemasaran buku serangan darat dikelompokkan berdasarkan target pasar yang dituju, antara lain :
a.    Toko Buku
Penerbit Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri , sebagian besar sebagai pemasok Toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di toko buku maka  kita perlu pemetaan jenis toko buku. Toko buku ini kita petakan menjadi tiga jenis yaitu Toko Buku Modern, Toko Buku Semi Modern, dan Toko Buku Tradisional.  

b.    Directselling
Pemasaran Buku melalui directselling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku yang kita terbitkan.  Jenis Katagori buku penjualan lewat directselling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu :
Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).
Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kualiah
Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK, Perguruan Tinggi dan umum
Dengan pemetaan jenis kategori tersebut di atas maka kami sebagai Industri Penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales).

c.    Melakukan Event  Event
Event yang dapat diikuti untuk memasarkan buku antara lain pameran buku, dalam seminar, workshop, tryout, dan sebagainya.

Setelah membaca materi tersebut, kegiatan belajar dilanjutkan dengan tanya jawab. Dari tanya jawab yang dilakukan, ada beberapa informasi yang dapat saya rangkum di bawah ini.
Menurut Bapak Agus Subardana, bagi penulis pemula kalau naskahnya dinyatakan diterima dan diterbitkan oleh penerbit skala nasional seperti Penerbit Andi, tentunya pemasaran buku dapat memakai dua strategi pemasaran yang dijelaskan di atas. Tapi bila penulis tersebut menerbitkan sendiri tidak melalui penerbit. Maka dapat melakukan strategi pemasaran buku serangan Udara (melalui komunitas dan gunakan media sosial secara mandiri).

Buku memiliki harga yang berbeda satu sama lain, hal ini dikarenakan:
1. Buku yang diterbitkan sudah memiliki standar harga yang tidak bisa dirubah, kecuali ada momen diskon tertentu meskipun harga aslinya tetap. Selain itu, zona wilayah juga mempengaruhi harga buka.
2. Setiap penerbit memiliki hak untuk menentukan harga buku produksi yang dihitung dari oplah cetak. Hal ini menjadikan harga buku berbeda antara satu penerbit dengan penerbit yang lain.

Beliau juga menyampaikan bahwa ada beberapa apek yang menentukan nilai/harga suatu buku, antara lain aspek ideologis, aspek keilmuan, aspek pemasaran, dan aspek reputasi penulis. Dari beberapa aspek tersebut, aspek yang paling menentukan adalah potensi pasar.

Selain hal di atas, pada kegiatan diskusi juga dibahas bagaimana caranya membentuk citra produk terhadap konsumen. Ada bebarapa cara yang dijelaskan Bapak Agus Subardana, yaitu fokus pada pengisahan cerita bukan pada fitur produk, memberi nilai tambah produk agar makin disukai konsumen, dan melakukan pelayanan yg baik secara  sosial kepada pelanggan sehingga membawa dampak positif bagi citra perusahaan.
Demikian materi yang dapat saya rangkum.
Terima kasih untuk informasi yang sudah dibagikan kepada kami.
Salam semangat

Irene Puri Candra Dewi
SD N Kamal
Kab.Gunungkidul, DI Yogyakarta

Komentar