COMBRO SI KUDAPAN KHAS SUNDA
Sore ini kubuka WAG Belajar Menulis, di sana kudapati sebuah tantangan untuk menuliskan apapun yang menarik tentang combro. Wah, tentu saja awalnya ini sedikit membingungkan. Tentunya karena aku pun jarang memakan combro karena sulit menemukannya di Gunungkidul.
Sambil menatap langit lewat jendela kamar, aku mencoba menggil kembali ingatan lama saat aku memakan combro. Dulu aku pernah memakannya karena kebetulan ada teman kuliah yang baru saja kembali dari Bogor membawa oncom dan singkong. Saat itulah kami langsung membuat combro beramai-ramai di kos.
Beberapa menit waktu berlalu, kenangan tentang combro telah kudapati kembali dan aku bergegas segera membuka laptop. Yah, sore nan syahdu ditemani rintik-rintik hujan semakin membuatku ingin kembali mencicipi makanan ini.Si pedas guruh dari Sunda.
Nama combro rupanya berasal dari singkatan oncom di jero (di dalam). Combro dibuat dari parutan singkong yang kemudian isi dengan tumisan oncom. Makanan ini berbentuk bulat, sebesar genggaman tangan. Combro diolah dengan cara digoreng hingga warnanya coklat keemasan.Sungguh nikmat rasanya membayangkan menikmati combro yang masih hangat. Namun, semua itu hanyalah angan belaka. Di daerah ini sungguh sulit untuk mendapatkan oncom. Berbeda dengan singkong yang sangat mudah didapatkan di sini.
Aku rasa sampai di sini dulu ceritaku tentang combro. Semoga kelak akan ada kenangan-kenangan manis lagi bersama si combro.
Irene Puri Candra Dewi
SDN Kamal
Kab. Gunungkidul, DI Yogyakarta

Ayo ganti oncomnya dgn tempe tumbuk hahaha
BalasHapusWah..ide bagus. Terima kasih Om Jay
Hapus