Resume Belajar Menulis 15 April 2020_Sang Inspirator Inovasi Pembelajaran

Hari/Tanggal: Rabu, 15 April 2020
Waktu           : 19.00-21.00 WIB
Narasumber  : Agus Tri Cahyono
Tema             : Karya Inovasi dan Kualitas Diri

Kegiatan pembelajaran bersama melalui WAG dimulai dengan pembukaan oleh moderator, yaitu Om Jay. Beliau memperkenalkan narasumber yang akan menjadi pemateri pada kegiatan belajar secara online tersebut. Narasumber yang dihadirkan merupakan seorang guru SD di Kabupaten Gunungkidul. Tentu saja ini menimbulkan semangat tersendiri bagi saya karena sama-sama pendidik yang bekerja untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Gunungkidul. Beliau adalah Bapak Agus Tri Cahyono.

Bapak Agus Tri Cahyono bekerja sebagai guru di SD Negeri Belik Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Beliau tinggal di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Dalam bekerja sehari-hari, beliau harus menempuh jarak +- 70 km untuk sekali perjalanan. Tentu saja ini merupakan perjuangan yang luar biasa.

Bapak Agus Tri Cahyono merupakan salah satu guru hebat karena berbagai penghargaan yang diperolehnya, antara lain:
  1. Guru Berdedikasi Daerah Khusus TK. Nasional Tahun 2016
  2. Juara I Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran TK. Nasional Tahun 2016 kategori MIPA
  3. Penghargaan Short Course ke Jepang Tahun 2017
  4. Finalis Olimpiade Guru Nasional (OGN) TK. Nasional Guru Kelas SD Tahun 2018
  5. Finalis Guru Berdedikasi TK Nasional SD 2019
Pada kesempatan kuliah online tersebut, beliau menyampaikan sharing pengalaman dalam membuat sebuah karya inovatif. Menurut beliau, kunci inovasi adalah APIK.
- A (Asli) : jangan menjiplak
- P (Perlu): benar-benar dibutuhkan
- I (Inovatif)
- K (Konsisten)

Kunci dari sebuah inovasi adalah menemukan sesuatu yang baru dan menyempurnakan yang lama. Karya inovasi yang baik tidak harus berbasis TIK. Menurut beliau, kelebihan karya bukan dari sifat modern/tradisional, tetapi lebih kepada kebermanfaatan, ide, serta kemudahan digunakan dan direplika.

Bapak Agus Tri Cahyono pernah meraih penghargaan INOBEL 2016 dengan karyanya yang dikenal sebagai Bekam (Globe Berkamera). Inovasi yang diciptakan beliau berdasarkan hasil evaluasi dari kegiatan belajar mengajar sehari-hari yang hasilnya kurang memuaskan. Dengan membuat Globe Berkamera, beliau mampu meningkatkan motivasi dan prestasi belajar peserta didiknya. Bekam merupakan media yang digunakan untuk memberikan gambaran secara riil tentang gerak semua harian matahari. tentu saja ini sangat menarik bagi siswa.






Dari pengalamannya tersebut, beliau menyampaikan bahwa rendahnya prestasi belajar sisiwa dikarenakan karena anak kurang tertari/termotivasi. Motivasi yang rendah banyak disebabkan karena materi bukan pada zona motivasi (jangkauan anak). Zona motivasi anak adalah sesuatu yang menantang namun bisa dikerjakan.

Sebagai seorang pendidik, tentunya banyak hal yang harus kita contoh dari Pak Agus Tri Cahyono. Terutama dalam mencontoh semangatnya untuk terus berinovasi demi kemajuan peserta didik maupun mengembangkan kualitas diri sebagai pendidik masa kini.


Irene Puri Candra Dewi
SDN Kamal
Gunungkidul, DI Yogyakarta

Komentar