Belajar Menulis Bersama Om Jay




Menulis adalah sesuatu yang awalnya tidak terlalu saya sukai. Mungkin hanya menulis puisi saja yang rasanya tidak terlalu berat bagi saya selama ini, Saya pun pernah merasa, asal kita bisa menulis kalimat sederhana rasanya itu saja sudah cukup. Namun, tampaknya hal ini sedikit berubah. Melihat banyak orang sering berkarya dengan tulisan-tulisan sederhana tapi menarik membuat saya menjadi penasaran. Ada yang berkarya lewat buku cerita, tentu saja kalau yang sederhana saya melihatnya lewat buku cerita anak-anak, di mana hampir separuh lebih halamannya berupa gambar. Di samping itu, ada juga tulisan-tulisan yang diunggah di website. Tidak harus tulisan yang panjang dan lebar, mungkin bisa saja penjelasan tentang manfaat barang tertentu ataupun resep-resep makanan. Sederhana namun menarik sehingga cukup banyak yang membaca.

Dari situlah muncul rasa penasaran dan pertanyaan. Kenapa saya malas menulis? Padahal menulis sesuatu yang sederhana saja bisa begitu menyenangkan dan bermanfaat. Rasanya bak gayung bersambut ketika rasa penasaran itu muncul. Saya mendapat informasi tentang belajar menulis bersama Bapak Wijaya Kusumah atau yang akrab disapa Om Jay. Dari situ saya merasa ingin bergabung untuk belajar bersama. Namun, awalnya saya merasa ragu, jangan-jangan ini hanya keinginan sesaat. 

Setelah berpikir beberapa saat akhirnya saya mencoba untuk memberanikan diri bergabung di grup belajar menulis. Di sana saya mendapat banyak pencerahan dan motivasi agar para guru belajar menulis tanpa perlu rasa takut. Rasa takut tulisan jelek inilah yang sering muncul dalam pikiran saya. Namun, berkat motivasi-motivasi dan materi yang ada di grup menulis, rupanya rasa takut itu perlahan menghilang. Di grup belajar menulis, saya belajar menulis tentang resume kegiatan belajar sehari-hari. Pembelajaran yang lain dari biasanya tentunya. Kegiatan belajar yang saya dan peserta lain ikuti dilakukan dengan menggunakan whatsapp karena pandemic COVID 19 yang tengah melanda bumi pertiwi dan sekitarnya.

Dalam kegiatan belajar tersebut, kami harus membaca setiap chat yang disampaikan oleh narasumber. Tentu bukan hanya narasumber saja yang bisa berbicara di situ, karena kami juga bisa bertanya langsung meskipun tidak semua pertanyaan bisa dijawab karena keterbatasan waktu. Hari demi hari semakin banyak ilmu yang saya dapat. Semakin menyenangkan pula bagi saya untuk menuliskan sesuatu tanpa rasa takut. Memang sampai saat ini saya belum terlalu produktif untuk menuliskan berbagai hal di luar materi pembelajaran. Namun, rasanya kemampuan dan kemauan menulis saya cukup meningkat berkat kegiatan belajar bersama ini. Tentu saja saya masih berharap dan harus memupuk semangat untuk menghasilkan tulisan-tulisan lainnya kemudian mengunggahnya di blog pribadi saya. 

Sekali lagi saya ucapkan terima kasih untuk  Bapak Wijaya Kusumah dan narasumber lainnya, dari kegiatan belajar online ini ada banyak manfaat yang bisa saya petik.

Mari menulis
 
-Irene -

Komentar