Resume Belajar Menulis 5 Mei 2020_Menulis dalam Kesibukan
Hari/Tanggal: Selasa, 5 Mei 2020
Waktu : 13.00-15.00 WIB
Narasumber : Much. Khoiri (Master Emcho)
Tema : Menulis dalam Kesibukan
Materi belajar menulis bersama Om Jay kali ini mengambil tema “Menulis dalam Kesibukan.” Menurut saya ini materi yang cukup menarik. Materi ini akan disampaikan oleh Bapak Much. Khoiri atau yang sering disapa Master Emcho. Beliau merpakan seorang dosen di FBS Unesa (Universitas Negeri Surabaya). Alumnus International Writing Program di University of Iowa (1993) dan Summer Institute in American Studies di Chinese University of Hong Kong (1996) ini juga seorang trainer untuk berbagai pelatihan motivasi dan literasi. Ia masuk dalam buku 50 Tokoh Inspiratif Alumni Unesa (2014). Master Emcho sudah menuliskan 42 buku.
Beliau memulai materi dengan memberikan sebuah pertanyaan.
Siapa yang tidak sibuk?
Dalam kehidupan sehari-hari tentunya banyak kesibukan yang kita lakukan. HAmpir setiap orang memiliki kesibukan masing-masing. Pada hakekatnya, orang yang masih hidup dan berkegiatan pasti memiliki kesibukan. Jadi kita harus merenung apakah betul jika kesibukan dijadikan alas an untuk tidak melakukan sesuatu, khusunya menulis. Kita harus merenungkannya apakah tepat jika kita tidak berkarya menghasilkan tulisan dengan alasan sibuk.
Seorang penulis sejati akan mencurahkan daya dan pikirannya untuk menghasilkan tulisan. Ia juga tidak akan melewatkan waktu seharipun untuk tidak menulis. Maka dari itu, kita benar-benar harus pandai dalan menyiasati kesibukan kita. Kita harus menyiasatinya dengan sikap positif agar dapat menghasilkan aksi yang positif. Meskipun memiliki kesibukan, kita harus selalu berusaha untuk memanage kegiatan sehingga kegiatan menulis dapat dinikmati di tengah kesibukan.
Setelah membahas pertanyaan pertama, Master Emcho memberikan pertanyaan yang kedua
Mengapa harus menulis?
Ketika kau berbicara maka kata-kata hanya menggema dan melintas hingga aula. Namun, dengan menulis maka kata-kata dapat menggea beradad-abad. Dengan kata lain, apa yang kita tuliskan akan abadi.
Untuk menulis dalam kesibukan kita perlu mendidik diri dalam menulis. Mendidik diri dalam menulis buka berarti hanya membuat diri kompeten di bidang menulis, melainkan juga berani menegakkan prinsip reward dan punishment seperti yang biasanya kita berikan ke siswa.
Menurut Master Emcho, menulis merupakan kominikasi, bukan sekadar ekspresi. Dengan menulis kita dapat mengomunikasikan gagasan. Penulis dan pembeca juga seakan berada dalam forum saling berhadapan. Maka, materi menulis tentu harus selaras dengan pembaca. Seorang penulis perlu mengorganisasi tulisan dengan baik dan menggunkan bahasan yang komunikatif.
Merut Master Emcho terdapat 17 strategi jitu untuk menyiasati kesibukan, yaitu:
1. Tetapkan niat menulis
2. Rajinlah membaca
3. Gunakan alat perekam gagasan
4. Kobarkan inspirasi menulis
5. Tentukan waktu utama
6. Untuk pemula, menulis bebas
7. Menulis di dalam hati
8. Menulis di waktu utama
9. Memanfaatkan waktu luang
10. Menulis yang dialami
11. Menulis yang dirasakan
12. Menulis selaras minat dan pekerjaan
13. Menulis dengan riang
14. Menulis yang banyak
15. Read better, write faster
16. Buatlah motto yang dahsyat
17. Menulis dengan doa
Setelah menyampaikan materi, maka kegiatan belajar dilanjutkan denga sesi tanya jawab. Dari sesi tanya jawab tersebut saya dapat merangkum beberapa hal sebagai berikut:
- Waktu yang diperlukan penulis pemula untuk menulis bebas bisa bervariasi. Hal ini tergantung pada niat dan intensitas latihannya.
- Saat menulis dalam hati terkadang kita menjadi lupa saat akan menuangkannya dalam bentuk karya. Makah al yang harus dilakukan adalah berusaha mengingat dan betul-betu memikirkannya saat menulis dalam hati. Setelah itu, ketika tiba di tempat maka harus segera menuliskannya di kertas sebelum tertumpuk oleh kegiatan dan pikiran-pikiran lainnya.
- Dalam menulis sebuah biografi maka kita perlu menggunkan sudut pandang orang ketiga, menggunakan kata ‘dia’. Selain itu, dalam menulis biografi perlu mencari data/informasi terlebih dahulu, misal melalui wawancara, membaca, atau mencari informasi dari anggota keluarga yang benar-benar memahami tokoh yang akan kita tulis biografinya.
- Bagi penulis pemula, 17 strategi jitu untuk menyiasati kesibukan tentunya tidak harus dilakukan semuanya. Penulis pemula hanya perlu mengambil dan melalukan strategi yang relevan saja.
- Menulis dalam kesibukkan memang merupakan tantangan. Maka dari itu, perlu usaha untuk mendisiplinkan diri dalam menulis. Hal ini perlu didasari niat yang kuat sehingga ada kekuatan/daya bangkit untuk membangkitakan ketika malas dan daya tahan untuk menghadapi godaan. Maka dari itu, penting bagi menulis untuk menjadikan menulis sebagai kewajiban.
Dengan demikian, menulis dalam kesibukan sebenarnya bukan hal yang mustahil untuk dilakukan asalkan ada niat dan usaha untuk mendisiplinkan diri.
Salam semangat
Irene Puri Candra Dewi
SD Negeri Kamal
Kab. Gunungkidul, DI Yogyakarta
Komentar
Posting Komentar